Pedoman Skripsi

PEDOMAN SKRIPSI

PENDAHULUAN

A. Kegunaan Buku Pedoman

Salah satu persyaratan akademik yang harus dipenuhi oleh setiap mahasiswa untuk mencapai gelar kesarjanaan pada Strata 1 (S1) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Miftahul Huda Subang adalah membuat tugas akademik akhir yang disebut skripsi.
Banyak model atau bentuk yang dapat digunakan dalam penulisan skripsi, namun agar terdapat keseragaman di STIE Miftahul Huda Subang, perlu disusun buku pedoman tersendiri.
Buku pedoman ini menyajikan bagian-bagian penting sebagai acuan, baik bagi mahasiswa dalam melakukan tugas penulisan maupun dosen dalam pembimbingan skripsi.

B. Skripsi Sebagai Tugas Akademik

Skripsi merupakan tugas akademik yang harus ditulis oleh mahasiswa untuk mencapai gelar Sarjana Strata 1 (S1). Skripsi ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan dan atau penelitian kepsutakaan dengan menggunakan metodologi penelitian yang tepat dan terarah untuk pemecahan masalahnya.

C. Karakteristik Skripsi di STIE Miftahul Huda Subang

Skripsi di STIE Miftahul Huda Subang mempunyai karakteristik sebagai berikut :

  1. Ruang lingkup materinya adalah di bidang Akuntansi dan Manajemen yang meliputi seluruh bidang yang berkaitan dengan akuntansi dan manajemen.
  2. Skripsi ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan dan atau penelitian kepustakaan, yang pembahasannya diarahkan pada usaha pemecahan masalah (problem solving).
  3. Skripsi ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, setebal minimal 40 halaman tidak termasuk lampiran.
  4. Skripsi berbobot 6 Satuan Kredit Semester (SKS).

D. Persyaratan Dalam Pengajuan Penulisan Skripsi

Seorang mahasiswa dapat mengajukan penulisan skripsi setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Mahasiswa telah memiliki minimal 120 SKS serta telah lulus mata kuliah Statistik dan Metodologi Penelitian.
  2. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) saat pengajuan penulisan skripsi minimal 2,00.
  3. Tidak ada nilai D pada kelompok Mata Kuliah Umum (MKU), tidak lebih dari satu nilai D masing-masing pada kelompok Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK), dan kelompok Mata Kuliah Keahlian Khusus (MKK).

PROSEDUR PENULISAN SKRIPSI

A. Pengajuan Judul

Pengajuan judul skripsi ditempuh melalui prosedur sebagai berikut :

  1. Mahasiswa meminta transkrip nilai kepada Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) untuk pengecekan perolehan jumlah SKS yang telah ditempuhnya. Jika jumlah SKS yang ditempuhnya telah mencapai 120 SKS dan memenuhi syarat seperti yang tercantum pada huruf A Bab I di atas, mahasiswa diperbolehkan mengajukan judul skripsi.
  2. Mahasiswa mengajukan usulan judul (judul sementara) kepada Ketua Jurusan. Usulan judul disertai dengan uraian singkat tentang fokus penelitian maksimal tiga halaman yang diketik rapi dua spasi, dengan melampirkan transkrip nilai dan Bukti Penyelesaian Administrasi Keuangan.
  3. Setelah mendapat Pembimbing Skripsi (PS), mahasiswa dapat langsung menghubungi PS tersebut dengan membawa Formulir Pengajuan Judul (lihat lampiran_1) disertai dengan uraian singkat tentang fokus penelitian, dan Catatan Konsultasi Skripsi (lihat lampiran_2).

B. Pembimbingan

Pembimbingan Skripsi dilakukan melalui prosedur sebagai berikut :

  1. Mahasiswa menghubungi PS dengan membawa Formulir Pengajuan Judul, uraian singkat tentang fokus penelitian dan Catatan Konsultasi Skripsi.
  2. Mahasiswa di bawah bimbingan PS membuat Rencana Pengelolaan Penelitian dalam bentuk Jadwal kegiatan penelitian (lihat lampiran_3).
  3. Mahasiswa di bawah bimbingan PS membuat Rancangan Penelitian yang berisi komponen-komponen sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
1.2. Perumusan Masalah
1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESA
2. l. Landasan Teori
2.2. Kerangka Pemikiran Teoritis
2.3. Hipotesa

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.1. Objek Penelitian
3.2. Metode Penelitian
3.2.1. Populasi dan Sampel
3.2.2. Jenis Penelitian
3.2.3. Teknik Pengumpulan Data
3.2.4. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

  1. Sesudah Rancangan Penelitian selesai dan disetuji oleh PS, mahasiswa meminta Surat Pengantar Penelitian dari Ketua Jurusan.
  2. Di bawah bimbingan PS, mahasiswa melakukan penelitian dan penulisan skripsi.
  3. Konsultasi mahasiswa kepada PS dilakukan secara teratur. Kegiatan konsultasi dicatat dalam formulir Catatan Konsultasi Skripsi. Konsultasi skripsi sekurang-kurang dilakukan lima kali ke setiap pembimbing.
  4. Dalam proses pembimbingan, mahasiswa wajib menunjukkan data mentah, seperti data hasil wawancara, hasil pengisian kuesioner, hasil pengamatan, hasil telaah dokumen (data sekunder), dan atau tabulasi data mentah penelitian kepada PS.
  5. Penulisan skripsi diharapkan selesai dalam waktu tiga bulan setelah Rancangan Penelitian disetujui.

C. Kewajiban dan Hak Mahasiswa

  1. Mahasiswa wajib mematuhi semua aturan yang berkenaan dengan penulisan skripsi dan mengikuti arahan PS.
  2. Pada hakekatnya PS tidak dapat diganti. Namun jika sesuatu hal PS tidak dapat menjalankan fungsinya dalam waktu yang relatif lama, maka mahasiswa dapat mengajukan penggantian PS ke Kajur

D. Bagan Prosedur Penulisan Skripsi

Mengenai bagan prosedur penulisan skripsi, dapat dilihat sebagai berikut :

  1. Mahasiswa mengajukan judul skripsi ke Kajur dengan membawa :

    • Transkrip nilai (diperoleh dari BAAK).
    • Uraian singkat tentang fokus penelitian.
    • Bukti penyelesaian Administrasi Keuangan.
  2. Berkonsultasi ke Kajur untuk persetujuan judul.
  3. Pengesahan judul sementara dan penunjukan Pembimbing Skripsi oleh Kajur.
  4. Berkonsultasi kepada Pembimbing Skripsi untuk menyusun Rancangan Penelitian.
  5. Meminta Surat Pengantar Penelitian ke Kajur setelah Rancangan Penelitiannya disetujui oleh Pembimbing Skripsi.
  6. Melakukan penelitian.
  7. Menyelesaikan penulisan skripsi berdasarkan hasil penelitian di bawah bimbingan Pembimbing Skripsi.
  8. Mendaftar ujian skripsi ke Kajur setelah skripsi disetujui oleh Pembimbing Skripsi.
  9. Mengikuti ujian skripsi.
  10. Memperbaiki skripsi berdasarkan hasil ujian skripsi di bawah bimbingan Tim Penguji.
  11. Menyerahkan skripsi yang telah disetujui oleh Tim Penguji ke Kajur.

KERANGKA SKRIPSI

Skripsi terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir.

A. Bagian Awal

1. Lembar Judul

Lembar judul terdiri dari kulit muka luar dan kulit muka dalam. Kulit muka luar judul skripi, nama dan nomor pokok rnahasiswa, Logo STIE Miftahul Huda dan pernyataan mengenai tujuan penulisan skripsi, serta Program Studi. Kulit muka luar skripsi dibuat dari karton tebal dilapisi lenen warna Kuning dan disampul plastik bening. Semua huruf dan logo pada kulit muka luar dicetak dengan tinta warna hitam. Kulit muka dalam dibuat dari kertas HVS 80 gram berwarna putih dan semua huruf serta angka yang ada pada kulit dalam dicetak dengan tinta berwarna hitam, Contoh dapat dilihat pada Lampiran_4.

2. Lembar Persetujuan

Lembar ini memuat tanda tangan PS sebagai bukti bahwa penulisan skripsi mahasiswa yang bersangkutan telah disetujui untuk dipertahankan dalam ujian skripsi. Lembar persetujuan ini bertuliskan kalimat “Diterima dan disetujui untuk dipertahankan” Ruang tanda tangan PS beserta nama mereka ditulis lengkap berikut gelar kesarjanaan. Contoh lembar persetujuan dapat dilihat pada Lampiran_5.

3. Lembar Pengesahan

Lembar pengesahan diperuntukkan bagi tanda tangan Panitia Ujian Skripsi sebagai bukti bahwa skripsi mahasiswa yang bersangkutan telah dipertahankan dalam ujian skripsi dan telah memenuhi persyaratan akademik. Lembar pengesahan berisikan kalimat sebagai berikut :

Diperiksa dan disahkan oleh Panitia Ujian Kesarjanaan
Strata 1 (S1) Program Studi ……………………
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Miftahul Huda Subang
tanggal ………………………
(tulis tanggal, bulan dan tahun)

Selanjutnya di sebelah tepi kanan bawah dari kalimat tersebut terdapat ruang tanda tangan Ketua Panitia, Sekretaris, Anggota-anggota, beserta nama dan gelar kesarjanaannya secara lengkap. Contoh lembar pengesahan dapat dilihat pada Lampiran_6.

4. Abstrak

Abstrak adalah gambaran singkat tentang isi skripsi secara keseluruhan yang memuat judul penelitian, jumlah halaman, tujuan penelitian, metode penelitian, analisis data, temuan penelitian, kesimpulan dan saran. Abstrak ditulis paling banyak tiga halaman dan diketik satu setengah spasi dalam versi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Contoh abstrak dapat dilihat pada Lampiran_7.

5. Kata Pengantar

Kata Pengantar merupakan ungkapan pribadi penulis yang berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang dianggap telah membantu dalam proses penulisan skripsi. Bagian akhir dari Kata Pengantar adalah ruang untuk mencantumkan tempat, tanggal ditulisnya skripsi. Penulis ditulis di bagian bawah sebelah kanan. Kata Pengantar hendaknya singkat, Jelas, dan tidak lebih dari dua halaman.

6. Daftar Isi

Daftar isi merupakan petunjuk tentang urutan dari bagian-bagian skripsi yang memberikan gambaran menyeluruh tentang isi dan sistematika skripsi. Format sistematika daftar isi adalah :

DAFTAR ISI

Lembar Persetujuan
Lembar Pengesahan
Motto
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Judul-judul Bab dengan rinciannya (Sub bab)
Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran
Riwayat Hidup Penulis
(Masing-masing komponen diberi halaman)

7. Daftar Tabel

Semua tabel yang terdapat di dalam bagian isi (tidak termasuk bagian akhir/lampiran), dibuatkan daftar yang memuat nomor urut, judul tabel, dan nomor halaman tempat tabel tercantum. Daftar Tabel dibuat apabila jumlah tabelnya lebih dari empat. Contoh Daftar Tabel dapat dilihat di bawah ini :

DAFTAR TABEL

Nomor
Judul Tabel
Halaman
1.
2.
3.
4.
Perkembangan Jumiah Karyawan Menurut Pendidikan ……………..
Perkeinbangan Jumlah Karyawan Berdasar Divisi …………………….
Perkembangan Jumlah Pegawai yang Pensiun Tahun 1990-1996…
Perkembangan Jumlah Formasi Jabatan Manajer di Jakarta………..
31
37
38
45

8. Daftar Gambar

Semua gambar yang terdapat di dalam bagian isi (tidak termasuk bagian akhir/lampiran), dibuatkan daftar yang memuat nomor urut, judul gambar, dan nomor halaman tempat gambar tercantum.
Daftar gambar dibuat apabila jumlah gambarnya lebih dari dua. Contoh Daftar Gambar dapat dilihat di bawah ini:

DAFTAR GAMBAR

Nomor
Judul Gambar
Halaman
1.
2.
3.
Grafik Perkembangan Penerimaan Ekspor ……………………………..
Grafik Perkembangan Penerimaan Penjualan Dalam Negeri ………
Grafik Perkembangan Total Penerimaan Penjualan ………………….
20
25
30

B. Bagian Isi

BAB I
PENDAHULUAN

Bab I berisi penjelasan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian.

1.1. Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah berisi uraian mengenai keadaan berbagai gejala yang memperlihatkan adanya suatu masalah yang penting dan menarik untuk diteliti. Gejala tersebut dapat berbentuk kecenderungan, atau tanda-tanda yang menunjukkan adanya penyimpangan, ketidaksesuaian, atau kesenjangan dalam bidang ekonomi, manajemen dan akuntansi. Gejala tersebut dijelaskan dengan uraian yang jelas, singkat dan tepat sasaran.

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan Latar Belakang Masalah dibuat Perumusan Masalah yang dirumuskan dalam bentuk narasi dan atau kalimat tanya. Perumusan Masalah ini bersifat umum.
Contoh :

  1. Bagaimanakah strategi pengembangan sumber daya manusia di Perusahaan X ?
  2. Apakah krisis moneter dan krisis kepercayaan terhadap lembaga perbankan akan mempengaruhi pertumbuhan perekonomian mayarakat kecil ?
  3. Tipe kepemimpinan yang bagaimanakah yang sesuai untuk perusahaan Y ?
  4. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi penyaluran Kredit Usaha Kecil ?

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian merupakan jawaban terhadap pertanyaan “mengapa penelitian dilakukan”. Tujuan penelitian berkaitan erat dengan Pokok Permasalahan, Berikut ini beberapa contoh Tujuan Penelitian (bandingkan dengan contoh perumusan masalah di atas).
Contoh :

  1. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi pengembangan sumber daya manusia di Perusahaan X.
  2. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh krisis moneter dan krisis kepercayaan terhadap lembaga Perbankan terhadap Pertumbuhan Perekonomian Masyarakat keci1.
  3. Penelitian ini dilakukan untuk melihat tipe kepemimpinan yang sesuai untuk perusahaan Y.
  4. Penelitian ini dilakukan untuk melihat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penyaluran Kredit Usaha Kecil.

Manfaat Penelitian adalah hal positif yang dapat disumbangkan dari hasil penelitian tersebut, baik bagi kepentingan dunia akademik maupun terhadap dunia praktis. Perlu dicatat semua penelitian jika dilakukan dengan prosedur yang benar selalu dapat memberikan manfaat, baik terhadap dunia praktis maupun dunia akademik, walaupun hipotesis penelitiannya tidak teruji kebenarannya.

Contoh :

Manfaat terhadap kepentingan dunia akademik:

Dengan mengetahui strategi pengembangan sumber daya manusia di Perusahaan X diharapkan dapat memperkaya pengetahuan tentang teori Manajeinen Sumber Daya Manusia.

Manfaat terhadap dunia praktis:

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat disumbangkan saran-saran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Perusahaan XYZ.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Landasan Teori

Landasan teori merupakan aspek-aspek ilmiah yang mendasari konsep penelitian. Aspek ilmiah yang disajikan diharuskan sesuai dengan topik penelitian. Penyajian landasan teori diharapkan mampu membuka wawasan dan kerangka berpikir calon peneliti. Sebaiknya dihindarkan penyajian landasan teori yang hanya ingin memberikan kesan jumlah halaman yang lebih banyak.

2.2. Kerangka Pemikiran Teoritis

Kerangka pemikiran teoritis memuat konsep ilmiah yang mengarah pada analisis suatu masalah secara kritis. Pada prinsipnya kerangka pemikiran teoritis berisi teori-teori atau pendapat yang lebih mengarah kepada aspek pelaksanaan penelitian, analisis dan diagnosa pemecahan suatu permasalahan.

2.3. Hipotesa

Hipotesa merupakan jawaban sementara terhadap suatu permasalahan. Hipotesa perlu diuji kebenarannya dan hasilnya dapat diterima atau ditolak. Penyajian Hipotesa hendaknya dilakukan secara tepat, jika perlu menggunakan bantuan statistik. Namun tidak semua penelitian mempergunakan hipotesa.

BAB III
OBJEK DAN METODE PENELITIAN

Bab III Objek Penelitian dan penjelasan metode, populasi dan sampel, Teknik Pengumpulan Data, serta Teknik Pengolahan dan Analisis Data.

3.1. Objek Penelitian

Objek penelitian membahas tentang sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi serta uraian kerjanya. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan sejarah perusahaan adalah memuat tanggal bulan dan tahun pendirian perusahaan, lokasi perusahaan, pimpinan perusahaan, uraian singkat perjalanan perusahaan, badan hukum, serta uraian-uraian lain yang relevan dengan sejarah pada objek penelitian.
Struktur organisasi dapat digambarkan dengan bagan dan dijelaskan melalui uraian singkat tentang deskripsi kerja struktur organisasi perusahaan tersebut.

3.2. Metode Penelitian

Pada dasarnya dikenal banyak metode penelitian antara lain metode eksperimental, survai, studi kasus, historis, dan evaluasi. Penelitian dalam bidang akuntansi dan manajemen, metode yang seringkali digunakan adalah survai, studi kasus, historis, dan evaluasi.
Metode survai digunakan apabila mahasiswa ingin memahami tentang sesuatu fenomena yang terjadi dalam masyarakat/organisasi dengan harapan penemuan tersebut hanya digunakan untuk menjelaskan fenomena yang terjadi dalam masyarakat/organisasi tersebut.
Metode studi kasus dipergunakan apabila mahasiswa ingin mengamati sesuatu hal secara mendalam pada kelompok masyarakat/organisasi tertentu tanpa berniat nembuat generalisasi temuan penelitiannya di luar konteks penelitiannya sendiri.
Metode historis digunakan jika mahasiswa ingin meneliti proses perkembangan sesuatu obyek, sehingga dari penelitian tersebut dapat disimpulkan mengapa dan bagaimana sesuatu itu menjadi seperti yang kini terjadi. Dengan pemahaman yang baik terhadap obyek yang diteliti, mahasiswa diharapkan menemukan pola umum yang dapat digunakan sebagai pijakan untuk memecahkan masalah di masa depan.
Metode evaluasi digunakan apabila mahasiswa ingin memahami, memutuskan, atau menilai sesuatu dengan cara membandingkan standar dengan kenyataan.

3.3. Populasi dan Sampel

Populasi adalah keseluruhan elemen yang hendak dijelaskan oleh mahasiswa yang melaksanakan penelitian. Sedangkan yang dimaksud dengan elemen di sini dapat berupa manusia, desa, sistem, dan sebagainya. Sampel adalah wakil dari populasi.
Keputusan untuk mengambil sampel itu sah apabila temuan dala sampel tersebut akan dipakai untuk menjelaskan populasi. Dengan demikian, tidak semua penelitian memerlukan sampel (seperti dalam studi kasus). Disamping itu tidak semua penelitian bertujuan menjelaskan populasi, sehingga penggunaan populasi dalam penelitian tertentu mungkin tidak sesuai.
Jika mahasiswa akan menggunakan populasi dan sampel dalam penelitiannya, maka mahasiswa harus menjelaskan populasi beserta besarnya dan cara penarikan sampel. Populasi harus dijelaskan karena ukuran sampel (sampel size) dan teknik penarikan sampel (sampling technique) sangat tergantung pada karakteristik populasi.

3.4. Teknik Pengumpulan Data

Dalam teknik pengumpulan data ada tiga hal penting yang harus diperhatikan mahasiswa, yaitu metode, instrumen dan prosedur penelitian. Metode adalah cara mengumpulkan data, sedangkan yang dimaksud dengan instrumen penelitian adalah alat untuk mengumpulkan data. Prosedur menyangkut urut-urutan dalam pengumpulan data:
Ada berbagai macam metode pengumpulan data, seperti observasi, wawancara, telaah dokumen, dan penyebaran angket. Sedangkan macam-macam instrumennya antara lain panduan observasi, panduan wawancara, panduan telaah dokumen, kuesioner, dan tes.
Mahasiswa dalam skripsinya harus menjelaskan alasan penggunaan jenis metode dan jenis instrumen tertentu. Perlu diingat penetapan penggunaanjenis metode dan instrumen harus disesuaikan dengan pokok permasalahan penelitiannya. Sesuatu penelitian mungkin hanya membutuhkan penyebaran angket sebagai metode pengumpulan datanya. Agar instrumen yang digunakan bermutu baik (memiliki validitas dan realibitas yang tinggi). Mahasiswa sebaiknya menguji coba terlebih dahulu instrumennya sebelum digunakan.

3.5. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Pada bagian ini mahasiswa harus menjelaskan proses pengolahan dan analisis data yang digunakan dalam penelitiannya. Pengolahan dan analisis data tergantung pada jenis datanya apakah kualitatif atau kuantitatif. Untuk data kualitatif (misalnya hasil wawancara yang terekam di kaset), mahasiswa menjelaskan bahwa rekaman tersebut akan dituangkan (ditranskripkan) secara tertulis. Setelah proses transkrip selesai maka data tersebut dianalisis sesuai dengan prinsip-prinsip analisis data kualitatif.
Untuk data kuantitatif (misalnya dari hasil jawaban kuesioner), mahasiswa menjelaskan bahwa data mentah dari kuesioner itu ditabulasikan. Setelah ditabulasi, data tersebut dicek ulang untuk mengetahui kebenarannya. Selanjutnya mahasiswa merencanakan teknik analisis data yang akan digunakan.
Untuk analisis data kuantitatif, mahasiswa wajib menjelaskan teknik statistik apa yang akan dipergunakan. Misalnya, mahasiswa menjelaskan bahwa statistik yang digunakannya adalah statistik deskriptif seperti tendensi sentral (mean, median, modus, kuartil, desil, persentil), karena tujuan penelitiannya memang hanya ingin mendeskripsikan tendensi sentral dari obyek penelitiannya. Contoh lain, mahasiswa menjelaskan bahwa yang bersangkutan akan menggunakan analisis korelasi, karena peneliti ingin menjelaskan hubungan antara dua variabel atau lebih. Di samping itu data dapat dianalisis sesuai dengan persamaan-persamaan yang digunakan dalam bidang manajemen dan akuntansi.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab IV berisi laporan hasil penelitian dan pembahasan yang merupakan jawaban empiris terhadap permasalahan penelitian dan atau hipotesis. Oleh karena itu, isi bab IV adalah penyajian dan analisis data hasil penelitian. Uraiannya diarahkan nntuk menjawab permasalahan penelitian dan atau pengujian hipotesis.
Secara teknis format penyajian dalam Bab IV, pertama-tama disajikan hasil penelitian yang dirumuskan dari pengolahan data, kemudian diikuti dengan analisis data yang sesuai dengan permasalahan penelitian dan atau hipotesis tersebut.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan dirumuskan atas dasar hasil pembahasan bab-bab sebelumnya yang mencerminkan jawaban atas permasalahan penelitian dan atau hasil pengujian hipotesis. Kesimpulan (conclusion) bukan merupakan ringkasan (summary).

5.2. Saran

Saran-saran merupakan tindak lanjut dari kesimpulan, berupa anjuran atau rekomendasi, yang menyangkut aspek operasional, kebijaksanaan, atau pun konsepsi. Saran-saran hendaknya bersifat konkrit, realistis praktis, dan terarah kepada pemecahan masalah.

C. Bagian Akhir

Bagian akhir skripsi berisi Daftar Pustaka, Lampiran, Riwayat Hidup Penulis.

1. Daftar Pustaka

Daftar Pustaka berisi semua surnber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam penulisan skripsi.
Pemilihan bahan pustaka hams benar-benar sesuai dengan pokok permasalahan yang dibahas dalam skripsi. Mahasiswa tidak boleh memasukkan buku, artikel/jurnal dan dokumen-dokumen lainnya yang tidak dikutip dalam skripsinya.
Sumber yang ditulis dalam Daflar Pustaka adalah sumber-sumber yang dikutip dan dirujuk dalam tinjauan pustaka dan pembahasan. Sumber bacaan dapat berupa :

  1. Buku
  2. Artikel/jurnal
  3. Dokumen-dokumen lainnya

2. Lampiran

Lampiran berisi segala bahan yang berkaitan dengan skripsi dan berfungsi melengkapi penjelasan/uraian. Disamping itu dilampirkan pula instrumen penelitian seperti kuesioner, panduan wawancara yang digunakan dalam pengumpulan data.

3. Daftar Riwayat Hidup

Riwayat hidup penulis antara lain mencakup:

      • Nama Penulis
      • Tempat dan tanggal lahir
      • Alamat rumah dan nomor telepon
      • Riwayat pendidikan dan lain-lain.
      • dll

TEKNIK PENULISAN

A. Tata Penyusunan dan Penempatan Judul

Urutan suatu bab dalarn skripsi dapat terdiri dari judul bab, sub bab, sub-sub bab, pasal, sub pasal dan ayat. Secara singkat teknis penulisan setiap bagian tersebut dijelaskan sebagai berikut :

  1. Judul bab, ditempatkan di bagian atas tengah, di bawah kata bab. Seluruhnya ditulis dengan huruf besar tanpa garis bawah dan tanda baca apapun.
  2. Judul sub bab ditempatkan di tepi kiri dan huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf besar kecuali kata penghubung, dicetak tebal tanpa garis bawah dan tanda baca apapun.
  3. Judul sub-sub bab ditempatkan di tepi kiri, huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar kecuali kata penghubung, dicetak tebal dan cetak miring tanpa diberi garis bawah serta tanpa diakhiri tanda baca apapun
  4. Judul pasal ditempatkan di tepi kiri, huruf pertama tiap kata ditulis dengan huruf besar kecuali kata penghubung, dicetak miring dan tanpa diakhiri tanda baca apapun.
  5. Judul ayat ditempatkan di tepi kiri, huruf pertama tiap kata ditulis dengan huruf besar kecuali kata penghubung, dicetak tanpa cetak tebal dan cetak miring serta tanpa tanda baca apapun.

B.Pengkodean Struktur Skripsi

Pengkodean bab serta bagian-bagiannya seperti dikemukakan di atas dilakukan dengan menggunakan sistem sebagai berikut :

1. Angka Romawi besar untuk bab secara berurutan, contoh: BAB II
2. Angka Arab untuk sub bab secara berurutan, contoh: 2.1
3. Angka Arab untuk sub-sub bab secara berurutan, contoh: 2.1.1
4. Angka Arab untuk pasal secara bsrurutan, contoh: 2.1.1.1
5. Angka Arab untuk ayat secara berurutan, contoh: 2.1.1.1.1

Penyusunan bagian bab dilakukan secara sederhana sehingga keserasian dan keseimbangan dapat dipertahankan. Ketentuan-ketentuan mengenai tata penyusunan dan penempatan judul serta pengkodean struktur skripsi dapat dilihat pada contoh di lampiran_8.

C. Cara Menulis Kutipan Rujukan dan Sumber Kutipan

Kutipan adalah suatu pernyataan yang diambil langsung tanpa perubahan, sedangkan rujukan adalah sumber inspirasi atau kutipan yang telah diubah.
Dalam pedoman ini disepakati bahwa tata cara pengutipan skripsi sesuai dengan ketentuan/dan perujukan sebagai berikut:

  1. Kutipan ditulis dengan menggunakan dua tanda petik (“…”), jika kutipan itu merupakan kutipan pertama atau langsung dari penulisnya. Jika kutipan itu diambil dari kutipan, maka kutipan ditulis diantara satu tanda petik (‘……’)
  2. Jika bagian yang dikutip terdiri dari tiga baris atau kurang, kutipan ditulis dengan menggunakan tanda petik seperti pada ketentuan pertama, dan penulisannya digabung ke dalam paragraf yang ditulis oleh pengutip dan diketik dengan jarak dua spasi.
    Contoh :
    Yang dimaksud dengan sosialisasi sebagaimana dikemukakan oleh Newstrom (1989 : 53) adalah “The continuous process of transmitting key elements of an organization’s culture to its employees”.
  3. Jika bagian yang dikutip terdiri atas empat baris atau lebih, maka kutipan ditulis tanpa tanda petik dan diketik dengan jarak satu spasi. Baris pertama dimulai pada ketukan ketujuh dan baris kedua dan selanjutnya diketik mulai pada ketikan keempat.
    Contoh :
    If we assume that the culture of a certain organization invites its employees, to question, and experiment, while also not being to disruptive, than the “creative individualist” can infuse new life and ideas for organization’s benefit. The to extremes rebelli on and total conformity my prove disfunctional for the organization … in the long run (Newstrom, 1989 : 52).
  4. Jika dari bagian yang dikutip ada bagian yang dihilangkan, maka bagian yang dihilangkan itu diganti dengan tiga buah titik. Jika bagian yang dihilangkan itu kalimat atau baris, maka kalimat atau baris yang dihilangkan itu diganti dengan titik-titik sepanjang baris sampai ke akhir di tepi kanan.
    Lihat contoh sebelumnya, bahwa antara kata the organization dan kata in terdapat bagian yang dihilangkan dan bagian itu diganti dengan tiga buah titik (…).
    Sedangkan mengganti kalimat atau baris yang dihilangkan ialah :
    Individualizationoccuers when employees succesfully exert influence on the system around them at work ……………………………………………………………………….
    if we assume, dst ……………………………………………………….
    (lanjutkan dengan kutipan yang dimaksud)
  5. Penulisan rujukan sebagai berikut :
    1. Jika pengarang nama buku ditulis mendahului rujukan, maka cara penulisannya ialah nama penulis diikuti tahun penerbitan serta halaman diletakkan dalam kurung.
      Contoh :
      Newstrom (1989 : 71) mengemukakan bahwa…. (diikuti dengan rujukan yang, dimaksud).
    2. Jika pengarang nama buku ditulis setelah selesai rujukan maka penulisan nama, tahun, halaman semuanya diletakkan dalam kurung. Lihat contoh pada butir ketiga ujung kutipan…in the long run.
      Sumber kutipan ditulis lengkap di antara dua tanda kurung, yaitu: (Newstrom, 1989 : 71).
    3. Jika sumber kutipan merujuk sumber lain atas bagian yang dikutip, maka sumber kutipan yang ditulis tetap sumber kutipan yang digunakan oleh penulis tetapi dengan menyebutkan siapa yang mengemukakan pendapat tersebut.
      Contoh :
      Adam J. Stacy (Newstrom, 1980) dalam Newstrom (1989 : 71) mengemukakan equity theory yang berarti bahwa… (lanjutkan dengan kutipan yang dimaksud).

      Adam adalah orang yang mengemukakan teori ekuiti tetapi rujukan tentang penjelasan teori itu diambil dari buku Newstrom dan bukan dari buku yang ditulis oleh Adam. Jika di akhir kalimat penulisannya sebagai berikut :

      …………………… … ……… …………… …… (Adam J Stacy, 1980 dalam Newstrom, 1989 : 71)

    4. Jika penulis terdiri dari dua orang maka nama keluarga kedua penulis harus disebutkan. Kalau penulisannya lebih dari dua orang maka disebutkan hanya nama keluarga dari penulis pertama dan diikuti oleh et.al. diakiri dengan tanda baca titik (.)
      Contoh :
      Sumber rujukan dengan dua orang penulis:
      Keith dan Newstrom (1989 : 83) mengemukakan… (lanjutkan dengan rujukan yang dimaksud). Atau dapat juga ditulis di ujung kutipan dengan mengikuti aturan seperti pada contoh butir b di atas.
      Sumber kutipan dengan penulis lebih dari dua orang:
      Mc Clelland, et.al. (1976 : 32) menjelaskan bahwa… (lanjutkan dengam rujukan yang dimaksud).
    5. Jika masalah yang dirujuk dibahas oleh beberapa orang dalam sumber yang berbeda, maka cara penulisan sumber rujukan itu adalah seperti tampak pada contoh berikut:
      Contoh :
      Drucker (1985). Schuster (1987), dan Rowland (1987) mengemukakan bahwa pada esensinya proses pengambilan keputusan itu… (lanjutkan dengan rujukan yang dimaksud).
      ini berarti esensi pikiran tentang proses pengambilan keputusan diambil dari ketiga sumber itu.
    6. Jika sumber rujukan adalah beberapa karya tulis dari penulis yang sama dan diterbitkan pada tahun yang sama maka cara menulisnya ialah dengan cara membubuhkan huruf a, b, dan seterusnya pada tahun penerbitan secara kronologis.
      Contoh :
      Drucker (1985a : 81) berpendapat bahwa… .(lanjutkan dengan rujukan yang dimaksud).
      Contoh ini menunjukkan bahwa pada tahun 1985 Drucker menulis buku lain yang digunakan penulis sebagai sumber rujukan.
    7. Jika sumber rujukan tanpa nama dan atau tanpa tahun, maka nama diganti dengan (tn) dan tahun diganti dengan (tt).
    8. Jika sumber rujukan itu berupa koran, majalah, dan sejenisnya, penulisan sumber rujukan (yaitu memuat nama pengarang, jenis media dan tahun) sementara nama koran, majalah, dan sumber sejenisnya tidak tampak dalam daftar pustaka.
    9. Semua buku jurnal, karya tulis, skripsi, thesis, disertasi dan sejenisnya yang digunakan sebagai sumber kutipan dan atau rujukan dicantumkan pada daftar pustaka.

D.Teknik Penyajian Data

Dua hal yang harus diperhatikan dalam penyajian data adalah prinsip dan cara penyajian data. Prinsip dan cara penyajian data adalah relevansi dan kesederhanaan. Relevansi data ialah bahwa data yang disajikan adalah data yang berkaitan langsung dengan pokok permasalahan penelitian. Sedangkan yang dimaksud dengan kesederhanaan adalah penyajian data dilakukan sedemikian rupa sehingga memudahkan pembaca untuk memahaminya. Data dapat disajikan dalam bentuk uraian dekripstif dan dalam bentuk tabel. Penyakian data dengan tabel dilakukan dengan 2 cara yaitu label ikhtisar (dalam teks) dan tabel referensi dalam lampiran. Tata cara pembuatan tabel adalah sebagai berikut:

1. Pengkodean, Judul Tabel dan Gambar

Setiap tabel dalam skripsi harus diberi judul tabel dan nomor dengan menggunakan angka Arab (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9) secara berurutan sesuai dengan banyaknya tabel. Huruf pertama setiap kata pada judul tabel ditulis dengan huruf besar, dan dirumuskan secara singkat tetapi jelas. Harus diupayakan agar tabel dapat disajikan secara utuh pada halaman yang sama.

2. Penyusunan kata-kata dalam Judul Tabel

  1. Judul tabel diupayakan sesingkat mungkin.
  2. Baik judul tabel yang terdiri dari satu baris maupun lebih, kata-katanya disusun dari tepi kiri.
  3. Susunan judul berbentuk balok dengan pengetikan judul tabel berjarak satu spasi.
  4. Jika dibutuhkan keterangan sebaiknya dilampirkan.
  5. Sumber tabel wajib dituliskan di bawah tabel.

Tata cara pembuatan gambar adalah dengan mencantumkan Judul Gambar di bawah gambar, dan bilamana terdapat gambar lebih dari satu, maka perlu dibuat nomor.

E. Penulisan Daftar Pustaka

  1. Komponen-komponen yang harus dicantumkan dalam daftar pustaka ini adalah: nama penulis dengan nama keluarga. (jika ada), ditempatkan di depan nama kecil, judul buku, nama penerbit, tempat penerbitan, dan tahun penerbitan.
  2. Penulisan nama pengarang, khusus nama Indonesia dan nama asing yang menggunakan marga, nama marganya ditulis terlebih dahulu, sedangkan untuk nama lain yang tidak mengenal nama marga atau keluarga, nama ditulis sebagaimana adanya tanpa gelar.
  3. Baris pertama diketik mulai ketukan pertama dan baris kedua dan seterusnya diketik mulai ketukan kedelapan. Jarak antara baris satu dengan baris berikutnya satu spasi. Sedangkan jarak antara sumber satu dengan sumber berikutnya dua apasi. Khusus untuk judul buku ditulis dengan cetak miring atau cetak tebal.
  4. Urutan penulisan Daftar Pustaka didasarkan pada abjad nama penulis, dan tanpa diberi nomor.
  5. Penulisan Daftar Pustaka dari buku yang ditulis oleh lebih dari 2 orang penulis, maka kedua nama penulis tetap dituliskan. Tetapi apabila terdapat lebih dari 2 orang penulis, maka cukup dituliskan satu orang saja diarnbil dari nama penulis utama atau yang tercantum dalam daftar nama penulis paling atas, kemudian diikuti dengan singkatan dkk (dan kawan-kawan).
  6. Bilamana terdapat editor sebagai penulis (penyunting), maka cukup dituliskan nama editornya (penyuntingnya) saja, dan diikuti dengan kata (penyunting).
  7. Buku-buku terjemahan, ditulis dengan urutan sebagai benkut: nama penulis asli, judul dalam bahasa terjemahan, edisi/jilid (kalau ada), kata terjemahan oleh:, nama penterjemah, nama penerbit buku terjemahan, kota penerbit dan tahun penerbitan.
  8. Untuk penulisan Daftar Pustaka yang diterbitkan oleh lembaga/instansi sebagai penulis, maka lembaga/instansi tersebut dianggap penulisnya.
  9. Apabila terdapat satu nama pengarang sedang buku yang digunakan lebih dari satu judul maka penulisannya, yang pertama nama ditulis dengan lengkap sedangkan penulisan buku berikutnya nama tidak ditulis lagi, diganti dengan garis putus-putus sepanjang delapan ketukan.

F. Beberapa Petunjuk Mengenai Pengetikan

Untuk memenuhi persyaratan standar tata tulis skripsi pada STIE Miftahul Huda Subang sebagai berikut:

  1. Penggunaan Kertas
    Jenis kertas dan ukuran kertas yang digunakan untuk pengetikan “asli” skripsi adalah kertas tik HVS, berat 80 gsm, berwarna putih dan berukuran A4.
  2. Penggunaan Komputer
    Pengetikan skripsi dilakukan dengun mempergunakan komputer, jenis huruf Times New Roman ukuran 12 dengan jarak 2 spasi (double).
  3. Pengaturan Ruang Ketikan (Margin)
    Pengaturan ruang ketik/margin adalah sebagai berikut:
    a. Margin kiri dan atas 4 cm
    b. Margin kanan dan bawah 3 cm
  4. Indentasi
    Indentasi adalah permulaan pengetikan baris pertama pada setiap paragraf baru. Pengetikan paragraf baru dimulai pada ketukan ke delapan.
  5. Pengetikan Nomor Halaman
    Pengetikan nomor halaman seluruhnya diketik di bagian bawah tengah (centering) dengan menggunakan angka Romawi kecil (i, ii, iii, dst.) mulai dari kata pengantar, daftar isi, daftar tabel dan daftar gambar sedangkan mulai Bab I dan seterusnya menggunakan angka Arab (1, 2, 3, dst).

PENILAIAN

A. Ujian Skripsi

Ujian skripsi adalah ujian akhir bagi mahasiswa STIE Miftahul Huda Subang dalam rangka penyelesaian program studinya untuk rnencapai gelar sarjana Strata 1 (Sl). Ujian gkripsi bertujuan untuk menilai kemampuan mahasiswa dalam menguasai bidang studinya secara komprehensif dan kemampuan berpikir ilmiah dalam mempertahankan skripsinya.

1. Persyaratan Menempuh Ujian Skripsi

Untuk dapat menempuh ujian skripsi, mahasiswa harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Masih terdaftar sebagai mahasiswa STIE Miftahul Huda Subang pada saat ujian dilaksanakan.
  2. Telah menyelesaikan semua persyaratan akademik dalam program studi yang bersangkutan, yaitu telah menyelesaikan seluruh mata kuliah yang disyaratkan, Indek Prestasi Kumulatif (IPK) minimum 2,0 tanpa nilai D pada kelonipok Mata Kuliah Umum (MKU), tidak lebih dari satu nilai D pada kelompok Mata Kuliah Keahlian (MKK).
  3. Menyerahkan skripsi yang telah disetujui (ditandatangani) oleh Pembimbing seminggu sebelum ujian ke Ketua Jurusan sebanyak tiga buah.

2. Penguji

  1. Tim Penguji Skripi terdiri dari Ketua merangkap anggota, Sekretaris merangkap Anggota, dan Anggota lainnya yang pada waktu proses pembimbingan berfungsi sebagai PS. Ketua dan Sekretaris Tim Penguji ini ditunjuk oleh Ketua STIE Miftahul Huda.
  2. Yang menjadi Tim Penguji adalah para dosen yang sudah memenuhi persyaratan.
  3. Ujian hanya dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh seluruh Tim Penguji.

B. Penilaian Skripsi

  1. Komponen Penilaian
    Penilaian skripsi dilakukan terhadap komponen-komponen sebagaimana tercantum dalam lampiran_9.
  2. Perhitungan Nilai Ujian Skripsi
    Nilai Ujian Skripsi diperoleh dari penjumlahan nilai yang diberikan oleh masing-masing penguji dibagi dengan jumlah penguji (lihat lampiran 10).

C. Perbaikan Skripsi

Pada prinsipnya terdapat dua jenis perbaikan skripsi, yaitu:

  1. Jika Mahasiswa Dinyatakan Lulus
    Mahasiswa dapat dinyatakan lulus bersyarat oleh Tim Penguji apabila skripsinya masih perlu diperbaiki karena dianggap masih mengandung kelemahan yang cukup mendasar. Perbaikan skripsi dilakukan oleh mahasiswa dengan berkonsultasi kepada Tim Penguji skripsi. Waktu perbaikan skripsi paling lama dua bulan sejak tanggal Ujian Skripsi. Skripsi yang telah diperbaiki, ditandatangani oleh Tim Penguji Skripsi dan Ketua STIE Miftahul Huda.
  2. Jika Mahasiswa Dinyatakan Tidak Lulus
    Kepada mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus, kepadanya diberikan kesempatan paling lama enam bulan untuk memperbaiki skripsinya dengan bimbingan dosen pembimbing, dan mengajukan kembali permohonan untuk ujian ulang. Skripsinya yang telah diperbaiki harus diuji kembali dalam ujian kedua (ulangan). Jika pada kesempatan kedua tersebut mahasiswa masih gagal, maka kepadanya akan diberikan Surat Keterangan telah menyelesaikan seluruh mata kuliah disertai dengan transkrip nilai.

Ke awal halaman

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1 Formulir Pengajuan Judul Skripsi
Lampiran 2 Catatan Konsultasi Skripsi
Lampiran 3 Format Jadwal Penelitian
Lampiran 4 Contoh Cover/Sampul Skripsi
Lampiran 5 Lembar Persetujuan
Lampiran 6 Lembar Pengesahan
Lampiran 7 Contoh Penulisan Abstrak
Lampiran 8 Contoh Tata Penempatan dan Rincian Judul
Lampiran 9 Format Penilaian Sidang Skripsi
Lampiran 10 Akumulasi Penilaian

Lampiran 1

FORMULIR PENGAJUAN JUDUL SKRIPSI

Nama Mahasiswa
: ………………………………………………………………
NPM
: ………………………………………………………………
Jurusan/Program Studi
: ………………………………………………………………
Judul Penelitian
: ………………………………………………………………
Tempat Penelitian
: ………………………………………………………………
Dosen Pembimbing
1. ….. …………………………………………………………
2. ….. …………………………………………………………

Subang, …………………………..
Mahasiswa,

…………………………….

Catatan Ketua Jurusan:
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….

kembali ke pedoman

Lampiran 2

CATATAN KONSULTASI SKRIPSI

Nama Mahasiswa
: ………………………………………………………………
NPM
: ………………………………………………………………
Jurusan/Program Studi
: ………………………………………………………………
Dosen Pembimbing
1. ….. …………………………………………………………
2. ….. …………………………………………………………

Judul Penelitian
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….

Hari/Tanggal

Pembimbing I

Pembimbing II

Perbaikan

Tanda tangan

Perbaikan

Tanda tangan

kembali ke pedoman

Lampiran 3

Contoh format jadwal penelitian

No

Kegiatan

Jangka Waktu

Keterangan

I

II

III

1

2

3

4

5

6

Catatan :
Kolom Jangka Waktu di atas (I, II, II) dapat ditambah sesuai dengan waktu yang diperlukan berdasarkan hal kesepatakan Mahasiswa dengan Pembimbing Skripsi.

kembali ke pedoman

Lampiran 4

Contoh Cover/Sampul

STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PADA BAGIAN PEMASARAN DI PERUSAHAAN X

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat
Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi
Pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Miftahul Huda Subang

Oleh

Nama
NPM
Jurusan
:
:
:

logo stie

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
MIFTAHUL HUDA SUBANG
2008

kembali ke pedoman

Lampiran 5

LEMBAR PERSETUJUAN

Diterima dan disetujui untuk dipertahankan

Subang, ………………….
Pembimbing II

……………………………

Subang, …………………..
Pembimbing I

…………………………….

Mengetahui
Ketua STIE Miftahul Huda Subang

……………………………………………..

kembali ke pedoman

Lampiran 6

LEMBAR PENGESAHAN

Telah diperiksa dan disahkan oleh Panitia Ujian Kesarjanaan Strata 1
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Miftahul Huda Subang
Pada tanggal ………………….

Ketua, merangkap Anggota

……………………………….

Sekretaris merangkap Anggota

……………………………….

Anggota

……………………………….

kembali ke pedoman

Lampiran 7
Contoh Penulisan Abstrak

ABSTRAK

Dian Sastrowardoyo; 00.02.111

HUBUNGAN IKLAN DENGAN HASIL PENJUALAN SABUN MANDI
SUATU KASUS PENJUALAN PRODUK X DI PT Y

Skripsi, 60 halaman.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan iklan dengan hasil penjualan untuk produk X di perusahaan Y.

Variabel yang diteliti adalah “iklan untuk produk X” sebagai variabel bebas (prediktor) dan variabel terikatnya (dependen=respons) adalah “pendapatan total” di perusahaan Y dalam jangka waktu tertentu. Data primer diperoleh melalui wawancara silang dengan para petugas atau pimpinan unit perusahaan terkait, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan di perusahaan Y tersebut dilengkapi dengan sumber data pustaka lainnya.

Hasil penelitian menunjukkan bukti bahwa setelah dihitung dengan menggunakan metode time series dan koefisien korelasi, maka ternyata ada hubungan korelasi positip antara iklan produk X tersebut dengan hasil penjualan produk X di perusahaan Y sebagaimana dimaksud. Artinya ada hubungan erat antara kedua variabel tersebut sehingga apabila variabel bebas (iklan) berubah naik atau turun persentase biayanya, maka persentase total hasil penjualan untuk produk X tersebut juga akan naik turun.

Oleh karena itu disarankan kepada Perusahaan Y tersebut agar tetap mempertahankan kebijakan untuk memasang iklan sebagaimana telah dilakukan selama ini dengan jumlah persentase tertentu sambil mengevaluasi peranan variabel lainnya seperti selera masyarakat, produk saingan dan harga yang berlaku. Dengan cara demikian diperkirakan produk X tersebut akan tetap dapat dipertahankan pangsa pasarnya bahkan ada kemungkinan ditingkatkan.

kembali ke pedoman

Lampiran 8

Contoh Tata Penempatan dan Rincian Judul

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Administrasi (dicetak tebal/Bold)
..………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….

2.1.1. Unsur-Unsur Administrasi (dicetak tebal dan miring)
..………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….

2.1.1.1. Unsur Manusia (dicetak miring)
..………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….

2.1.1.1.1 Sikap dan Tingkah Laku Manusia (dicetak normal)
..………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….

kembali ke pedoman

Lampiran 9

FORMAT PENILAIAN SIDANG SKRIPSI

Waktu Pelaksanaan
Hari : …………………………………….
Tanggal : …………………………………….
Jam : …………………………………….
Identitas Penguji
Dosen Penguji : ……………………………………………………………
Identitas Mahasiswa
Nama : ……………………………………………………………
NPM : ……………………………………………………………
Program Studi : ……………………………………………………………

KOMPONEN PENILAIAN

No

Komponen yang dinilai

Bobot

Nilai

Bobot x Nilai

Ket.

I

Naskah Skripsi :

a. Pokok Permasalahan

1

b. Kerangka Berfikir

2

c. Metodologi Penelitian

1

d. Hasil Penelitian

2

e. Bahasa

1

f. Teknik Penulisan

1

II

Manfaat Akademis dan Praktis

2

III

Ujian Lisan

a. Penguasaan Materi

2

b. Penguasaan Metodologi

1

c. Kemampuan Berargumentasi

2

Jumlah

15

Nilai Skripsi =
Jumlah Bobot x Nilai
15

Keterangan :
- Pengisian Kolom Nilai Skripsi = 0 – 100
- *) Coret yang tidak perlu
Dosen Penguji…………………………………

kembali ke pedoman

Lampiran 10

AKUMULASI NILAI SIDANG SKRIPSI

Nama Mahasiswa
: ………………………………………………………………
NPM
: ………………………………………………………………
Jurusan/Program Studi
: ………………………………………………………………
No

Penguji

Nilai

Keterangan

1

I

2

II

3

III

Jumlah

Berdasarkan batas nilai kelulusan, maka mahasiswa tersebut dinyatakan :

LULUS / TIDAK LULUS *)

Dengan Yudicium

…………………

Subang,…………………….

Penguji III

…………………………

Penguji II

…………………………

Penguji I

…………………………

Ketentuan Yudicium :
· 80 – 100 = A
· 68 – 79 = B
· 56 – 67 = C
· 46 – 55 = D
· 0 – 45 = E

Keterangan : *) Coret yang tidak perlu

kembali ke pedoman

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: